KESEDERHANAAN & KESABARAN
Allah subhanallahu ta’ala
menciptakan manusia berpasang-pasangan. Sebagaimana firman Allah dalam
surat Yasin ayat 36. "Maha
Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa
yang ditumbuhkan oleh Bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak
mereka ketahui." Dari penciptaan manusia dapat diketahui ada jenis
laki-laki dan perempuan. Dari penciptaan hewan, terdapat jenis jantan dan
betina. Begitupun juga dengan tumbuhan, Allah subhanallahu ta’ala
menciptakan benangsari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina).
Kemudian di ayat lain dalam Alquran surat an-Nur ayat 26,
bahwasanya Allah subhanallahu ta’ala menjodohkan hamba-Nya sesuai dengan
cerminan pasangan itu sendiri. Jika seorang laki-laki menginkan perempuan yang
shalihah, hendaklah ia mempersiapkan diri shalih terlebih dahulu. Jika seorang
perempuan menginginkan laki-laki yang shalih, maka perempuan tersebut juga
memperbaiki diri. Namun, terkadang apa yang diinginkan manusia tidak sesuai
dengan kenyataannya. Jawaban atas doa yang dipanjatkan kepada Allah subhanallahu
ta’ala seolah-seolah tidak adil. Sebagai seorang muslim, tentunya kewajiban
ialah berdoa dan dilanjutkan ikhtiar atau usaha. Apapun hasil yang didapat
tentu kewajiban sebagai seorang muslim adalah tawakal.
Alkisah ada seorang pasangan suami-istri yang hidup dalam
perantauan. Keduanya meninggalkan kampung halaman guna mencari penghidupan yang
lebih baik. Kondisi keuangan yang pas-pasan, tak mungkin digunakan untuk
kontrak rumah. Memilih tinggal di tempat kos adalah pilihan yang terbaik untuk tempat
tinggal mereka. Keduanya masih terhitung sebagai mahasiswa aktif, dan dituntut
untuk membagi waktu sebaik mungkin.
Terbayang, kesibukan di pagi hari berangkat kerja, dilanjutkan sore hari
berangkat kuliah dan di malam hari menyelesaikan tugas-tugas yang ada di rumah.
Tatkala sudah memiliki buah hati yang semakin cermat dalam
membagi waktu disela-sela kesibukan kerja maupun kuliah. Wanita tersebut
memiliki kesibukan sebagai pengajar, sedangkan laki-laki tersebut sebagai
karyawan swasta di salah satu perusahaan swasta. Dengan bekal keyakinan dan
niat ikhlas tujuan menikah semata-mata mengharap ridha Allah subhanallahu
ta’ala.
Kesederhanaan hidup bukan gaya hidup adalah prinsipnya.
Seperti contoh kecil dalam keseharian, seseorang yang beraktifitas membutuhkan
kendaraan bermotor. Berbagai macam tipe maupun model sepeda motor selalu ada
yang terbaru. Karena prinsip dalam rumah tangga mereka untuk hidup sederhana,
mereka memakai sepeda ontel adalah pilihan yang terbaik. Godaan ataupun tawaran
untuk memiliki sepeda motor dengan sistem kredit mereka abaikan, mereka lebih
untuk menabung terlebih dahuu. Meskipun hasil tabungan, hanya dapat digunakan
untuk membeli sepeda motor bekas. Hutang adalah ikatan yang bisa membuat
seseorang tidak tenang, bahkan tidurpun tidak nyenyak. Ada perasaan nyaman dan
kepuasan memiliki sepeda motor tanpa riba. Hal ini berlaku pada keinginan
apapun, mereka memilih membeli dengan cara tunai. Kalaupun belum ada uang, mereka
bersabar dan menabung terlebih dahulu.
Ketika anak-anak sudah sekolah, tentunya kebutuhan hidup juga
semakin bertambah. Terlebih dalam pendidikan anak di pesantren atau mondok.
Puluhan juta rupiah yang harus dipersiapkan saat itu, belum lagi dengan kebutuhan
yang secara bersamaan. Komunikasi yang baik dalam rumah tangga baik suami
maupun istri sangat dibutuhkan. Berangkat dari niat menikah, menjalin rumah
tangga hanya mengharap ridha dari Allah subhanallahu ta’ala. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaiakan.
Segala bentuk permasalahan selalu melibatkan Allah subhanallahu ta’la dzat
pemilik dan pengatur kehidupan alam semesta. Diiringi dengan amalan-amalan yang
sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallahu alaihi wassalam. Rajin puasa sunnah
senin-kamis, shalah dhuha maupun shalat tahajud tak terlewatkan dalam
kesehariannya. Kemudahan, kelancaran dalam mencari rejeki serta selalu sehat
sekeluarga adalah nikmat dan karunia Allah subhanallau ta’ala.
Keinginan memiliki kendaraan roda empat, yang sebelumnya
tidak pernah terfikirkan oleh keluarga tersebut. Keluh kesah meraka sampaikan,
lewat do’a kepada Allah subhanallahu ta’ala. Hingga dipertemukan dengan penjual
yang ramah, jujur dan dari lingkungan keluarga yang taat beragama. Tanpa
disadari, itu semua adalah rizki yang Allag berikan kepada hamba-Nya. Kemudian
niat untuk mendaftar haji, dapat memenuhi keinginan tersebut. Mereka
berkeyakinan bahwa tidak perlu perhitungan dalam beramal, berikan yang banyak
dan terbaik untuk Allah subhanallau ta’ala. In shaa Allah, Allah subhanallahu
ta’ala akan membalas dengan balasan yang lebih banyak lagi. Fokus pada tujuan
hidup, akhirat yang lebih diutamakan.
Lukisan kisah perjuagan hidup dari keluarga sederhana. Tidak berlebihan
dalam memenuhi kebetuhan dan senantiasa bersikap. Segala bentuk permasalahan
hidup, senantiasa memohon petunjuk kepada Allah subhanallahu ta’ala.
Dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar