Senin, 18 Agustus 2014

Kekuatan Spiritualitas para Pemimpin

Bagian Pertama
Pendahuluan
A.    Kekuatan Spritualitas Mewarnai Perusahaan Jasa dan Manufaktur
Banyak diantara kita yang mempunyai masalah, kita dihadirkan dengan masalah menjadikan diri kita dewasa untuk berfikir.sesungguhnya spiritualitas dapat kita temuidalam semua aspek agama. Selebihnya dalam agama Islam. Dalam kegiatan keagamaan, umat Islam senantiasa melaksanakan ibadah lima kali dalam sehari, belum lagi ibadah-ibadah yang sunnah lainnya. Keberhasilan pemimpin juga berpengaruh positif dalam kepemimpinannya. Mereka juga akan melakukan hal tersebut semakin khusyuk, karena dengan keyakinan yang mantap dan kuat kesuksesan dapat diraih dengan mendekatkan kepada yang Maha Kuasa. Dalam sebuah organisasi perusahaan maupun manufaktur seluruh karyawan beserta pemimpin-pemipinnya dapat di koordinasi dengan baik untuk melakukan ibadah dengan rutin, ikhlas terbukti hasilnya akan lebih baik dari sebelumnya.
B.     Kebutuhan Puncak Manusia

Manusia terdiri atas  jasmani dan rohani. Kedua unsur tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, bagaikan dua sisi mata uang logam. Dalam tubuh manusia atau yang disebut dengan jasmani, juga memerlukan nutrisi yang cukup. Bilamana jasmani kita tidak mendapatkan gizi atau nutrisi yang baik tentunya tubuh kita tidak sehat. Disamping itu juga rohani kita memerlukan asupan nutrisi yang cukup pula. Yakni dengan ilmu agama,  berbagai persoalan hidup yang datang menghampiri kita tentunya tidak akan selesai bila kita tidak berusaha dengan sungguh-sungguh. Bersabar juga kunci sukses yang utama dalam menjalani hidup ini, bila hati kita menerima apapun kehendak Allah. Kesadaran manusia untuk senantiasa mengingat sang Pencipa dan juga sering aktif berkomunikasi dengan-Nya haruslah tetap dijaga. Beberapa orang yang berkumpul membahas ke-Esaan Allah, tentunya mereka ini adalah kumpulan orang-orang yang shalih.

C.     Kekuatan Spritualitas Sebagai Aset Organisasi Sukses
Sebagai kebutuhan manusia, spiritualitas juga dapat dikembangkan dalam hal organisasi. Karena seorang pemimpin yang berlaku adil, jujur, sabar, tolong-menolong, rendah hati, sederhana dan senantiasa mengutamakan bawahannya. Pemimpin seperti ini adalah tauladan yang baik untuk karyawannya, sudah jelas seorang pemimpin itu mempunyai amanat yang besar. Sehingga betul-betul memangku jabatan tersebut dengan sangat hati-hati. Kita tahu banyak pemimpin-pemimpin kita dari orang-orang yang cerdas.akan tetapi ketika sudah duduk di kursi pemerintahan mereka terseret berbagi kasus. Mereka kehilangan keseimbangan  kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu jauh lebih utama. Untuk itu seorang pemimpin perlu memngembangkan asset spiritualitasnya yang sudah dicontohkan oleh Rosulullah Saw.
D. Nalar Kekuatan Spritualitas Dalam Kepemimpinan Sukses
Dalam kesuksesan seorang pemimpin banyak kegiatan kerohanian yang biasa mereka kerjakan. Ibadah sunnah yang dilakukanpun juga tak kalah dengan ibadah-ibadah yang wajib. Seperti halnya shalat tahajjud,dhuha, hajjat serta puasa senin-kamis. Kekuatan spiritualitas ini harus dibarengi dengan ikhlas, khusyuk, istiqomah dan kesabaran. Secara nalar kesuksesan seorang pemimpin bisa dilihat secara kasat mata, dibalik itu ada faktor pendukung yang tak kalah penting juga. Yakni beribadah kepada Allah dengan semata-mata mengharap ridha kepada Allah Swt semata.efek seorang pemimpin yang dekat dekat kepada Allah membuat jiwanya tenang dalam menghadapi persolan hidup, terpancar aura (energy) yang positif, sejuk dipandang, kata-katanya pun berbobot. Sehingga setiap kali berucap selalu memunculkan penyegaran, nasihat serta hikmah kepada sesame. Pemimpin yang seperti ini tidak sombong, tidak mudah menyerah dan berani menegakkan kebenaran Allah.


Bagian kedua
Kajian Spiritualitas
A.    Definisi dan Makna Spiritualitas
Spiritualitas dalam bahasa Inggris Spirituality, yang berasal dari kata spirit  berarti roh atau jiwa. Berkaitan dengan ini pemaknaan spiritualitas bermakna Tuhan dengan dengan manusia. Hubungan manusia dengan Tuhan tentunya tak bias lepas dari ibadah seperti halnya shalat, zakat, puasa dan haji. Dalam pandangan Islam, spiritualitas sudah tidak asing lagi dengan Sang Illahi. Karena pada dasarnya manusia diciptakan hanya untuk beribadah semata-mata karena Allah.
B.     Islam dan Spiritualitas
Agama Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rosul-rosul Allah. Agama Islam mengajak umat manusia untuk mengakui ke-Esaan Allah. Bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Swt. Manusia secara fitrahnya tidak bias berpisah dengan Tuhan-Nya. Ketika ada musibah yang melanda umat manusia, secara tidak langsung hati kecil manusia menyebut dan merindukan Sang Pencipta-Nya.
Ketika seorang spiritualis yang dekat dengan Allah, mereka tidak akan melewatkan waktu sedikitpun untuk tidak berkomunikasi dengan Allah. Ketika sudah dekat dengan Allah, apapun yang diminta pasti sama Allah akan diberi.
Namun semua itu tidak bisa diperoleh dengan mudah, yakni haruslah cinta kepada Allah (mahabbah). Kecintaan kepada Allah harus kita tunjukkan, yakni melalui gemar beribadah. Kemudian (ma’rifah) artinya mengenali Allah terlebih dahulu. Dengan demikian bila kita dekat dengan Allah, maka Allah member janjinya bagi yang meminta pasti dikabulkan.

C.     Spiritualitas Sebagai Kebutuhan
Manusia merupakan makhluk dualitas, artinyaberdiri di titik antara rasional dan irasional. Disamping itu juga sangat diperlukan keseimbangan antara keduanya. Kebutuhan spiritualitas sesungguhnya merupakan satu hal yang ada dalam dirinya. Dan paling tidak dalam diri manusia untuk cenderung mengakui suatu Zat Adikodrati (Zat Yang Maha Tinggi).
Dalam kehidupan sekarang ini, spiritualitas tidak menjadi pokok perhatian dalam psikologi modern. Perubahan zaman yang semakin menuntut manusia untuk terus maju, manakala tidak mau mengakui akan adanya kekuatan spiritualitas. Seolah-olah hanya diakui atas keberhasilannya sendiri.
Manusia adalah khalifah di muka bumi, tentunya segala sesuatunya akan dimintai pertanggung jawaban nantinya. Kita yakin bahwa hidup di dunia ini hanya sekali, untuk itu kita harus senantiasa berbuat baik antar sesama. Spiritualitas yang dilakukan seseorang dengan ikhlas akan berpengaruh positif dalam dirinya. Spiritualitas baik dilihat dari pendekatan apapun sebenarnya merupakan kebutuhan bagi diri manusia itu sendiri.

D.    Shalat dan Puasa Sebagai Media Mendekatkan Diri, Komunikasi, Dzikir, Berdoa kepada Allah
Sebagai umat Islam tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah shalat. Karena pada dasarnya aktifitas ini berkaitan dengan lahirian dan batiniah. Shalat adalah ibadah yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Nabi Muhammad Saw pada waktu Isra’ Mi’raj bertemu langsung dengan Allah Swt. Dalam pertemuan tersebut nabi kita Muhammad Saw diperintahkan untuk shalat lima kali dalam sehari. Tentunya ibadah yang sangat singkat ini, nabi Muhammad Saw tidak menyia-nyiakan untuk berkomunikasi kepada Allah yakni melalui shalat.
Pada waktu shalat, bacaan yang kita baca haruslah sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad Saw. Karena syarat diterimanya ibadah harus sesuai dengan contoh nabi maupun para sahabatnya. Di samping itu pula dzikir juga ta boleh tinggalkan pula, karena dengan berdzikirlah kita ingat kepada Allah. Dzikir disini tidak hanya pada waktu shalat saja, namun bisa dilakukan dimanapun kita berada. Dzikir kepada Allah sangatlah urgent sekali, bayangkan saja bila kita sehari saja tidak komunikasi kepada sang kekasih sehari saja. Tentunya kita sangat rindu sekali, apalagi kepada dzat yang menciptakan kita.
Puasa adalah suatu bentuk amalan yang diganjar langsung oleh Allah Swt. Puasa sendiri artinya menahan diri dari rasa lapar dan haus. Namun yang terpenting tidak hanya itu, kita harus  menahan nafsu yang mengajak kita kepada dosa. Menahan dari pandangan syahwat, serta berbagi macam keinginan yang mengedepankan nafsu saja. Dengan demikian nabi kita Muhammad Saw mengajarkan kepada kita untuk gemar berpuasa, terlebih bagi kaum muda belum bias menikah, dianjurkan untuk berpuasa sampai pemuda tersebut mampu untuk menikah.

Dan secara umum puasa diharapkan akan muncul kedekatan antara hamba dengan sang pencipta. Puasa yang terpenting hanya semata-mata ditujukan kepada Allah, biar Allah sajalah yang member ganjaran bagi pelakunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar